Muntah adalah hal yang lazim terjadi pada bayi dan anak-anak. Ini dikarenakan sistem pencernaan anak-anak biasanya belum berkembang penuh, sehingga gangguan bakteri sekecil apapun bisa menyebabkan si kecil muntah.

Pada kebanyakan kasus, muntah pada anak bukanlah masalah serius dan biasanya hilang sendiri dalam 1-2 hari. Tapi, terkadang muntah pada anak bisa mencirikan penyakit serius.

Bagaimana membedakannya? Simak penjelasan di bawah ini.

 

Anak Muntah Akibat Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah infeksi pada perut yang diakibatkan bakteri, menyebabkan anak muntah, diare, dan sakit perut.

Gastroenteritis biasanya tidak berbahaya dan akan hilang sendiri dalam beberapa hari tanpa pengobatan apapun. Namun, karena si kecil akan sering muntah dan diare, ancaman yang berbahaya adalah dehidrasi. 

Saat muntah dan diare, anak akan kehilangan banyak cairan tubuh. Jika dibiarkan, ini bisa berlanjut ke dehidrasi yang bisa berakibat fatal.

Untuk mencegah dehidrasi, saat anak muntah dan diare, segera beri ia minuman pengganti cairan tubuh seperti Renalyte. Renalyte mengandung berbagai mineral dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk mencegah dehidrasi. Renalyte juga dikemas dalam botol siap minum yang praktis, dengan rasa buah yang disukai anak-anak.

Beli RENALYTE di sini

 

Anak Muntah Karena Infeksi Lain

Selain gastroenteritis, ada berbagai jenis infeksi lain yang bisa menyebabkan anak muntah. Sebut saja infeksi saluran kemih, infeksi telinga, pneumonia, hingga meningitis.

Infeksi-infeksi ini harus diatasi dengan obat sehingga disarankan Anda membawa si kecil ke dokter untuk mendapat penanganan apabila ia muntah dan diiringi dengan demam tinggi.

 

Anak Muntah Akibat Alergi Makanan

Alergi makanan biasanya dicirikan bukan hanya dengan muntah dan diare, tapi juga reaksi pada kulit misalnya gatal, muncul bintik-bintik merah, atau pembengkakan pada mata, bibir, atau bagian dalam mulut.

Jika ini terjadi pada anak Anda, segera bawa ke dokter untuk ditangani. 

 

Anak Muntah Akibat Usus Buntu

Radang usus buntu bisa menyebabkan sakit perut dahsyat yang bisa memicu muntah-muntah. 

Jika anak muntah disertai sakit perut tak tertahankan yang semakin lama semakin terasa parah, segera bawa ke rumah sakit dan periksakan kemungkinan radang usus buntu, sehingga dokter bisa segera menangani.

 

Kapan Anak Harus Dibawa ke Rumah Sakit Saat Muntah?

Jika anak muntahnya tidak sering dan tidak diiringi gejala lain selain diare, kemungkinan ini hanya gangguan perut biasa dan tak perlu dibawa ke rumah sakit. Yang perlu Anda lakukan hanya memberi si kecil banyak minuman dan cairan untuk mencegah dehidrasi.

Namun, jika si kecil muntah diiringi gejala berikut, segera bawa ke klinik terdekat:

  • Anak muntah-muntah terus non-stop, dan setiap diberi minum langsung dimuntahkan lagi
  • Anak menunjukkan gejala dehidrasi (bibir kering, menangis tanpa keluar air mata, sudah lama tidak kencing, lemas dan tidak ada energi)
  • Muntah berwarna hijau atau mengandung flek darah
  • Muntah diiringi demam tinggi
  • Muntah diiringi nyeri menusuk pada perut
  • Muntah-muntah sudah berlangsung lebih dari 2 hari
×

Powered by FAHRENHEIT

× How can I help you?