PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) turut berpartisipasi dalam 17th Annual Meeting of The Indonesian Society of Intensive Care Medicine (ISICM) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI) di Aryaduta Hotel Palembang. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 9–15 September 2026, dengan agenda symposium pada 11–12 September 2026.
Mengangkat tema “Redefining Critical Care: Innovation, Integration, and Impact”, pertemuan tahunan ini menjadi forum ilmiah untuk memperkuat pengetahuan, kolaborasi multidisiplin, serta penerapan pendekatan berbasis bukti dalam pelayanan critical care. Pada tahun ini, kegiatan ISICM juga diselenggarakan bersamaan dengan 14th World Sepsis Day dan 1st SOFT CIRCLE Palembang, yang turut menyoroti pengelolaan sepsis, septic shock, fluid therapy, intensive care, resusitasi, dan pain management.
ISICM 2026 menghadirkan berbagai kegiatan ilmiah yang mencakup workshop, symposium, dan e-poster, disertai forum akademik untuk pertukaran pengalaman dan pengetahuan di bidang intensive dan critical care medicine. Penyelenggara menempatkan kolaborasi antarprofesi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penguatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien sebagai bagian penting dari kegiatan ini.
Dalam pameran ISICM 2026, Fahrenheit memperkenalkan portofolio unggulannya yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan terapi di intensive care unit (ICU) meliputi: Farpresin (Arginine Vasopressin Injeksi, Inovad (Milrinone Injeksi), Dexmeto (Dexmedetomidine Injeksi), Fapresor (Metoprolol Tartrate Injeksi). Portofolio tersebut menunjukkan fokus Fahrenheit dalam menghadirkan pilihan terapi pada berbagai kebutuhan klinis yang ditemui dalam penanganan pasien kritis, mulai dari neuromuscular blockade reversal, sedasi, dukungan hemodinamik, hingga terapi kardiovaskular.

Hal yang menjadi perhatian khusus adalah bahwa mayoritas produk yang dipamerkan merupakan produk yang saat ini hanya diproduksi oleh Fahrenheit di Indonesia, sehingga kehadirannya memberikan alternatif yang berbeda bagi tenaga kesehatan di bidang Critical Care. Selain itu, seluruh produk yang diperkenalkan dalam pameran ini dapat digunakan pada pasien peserta JKN/BPJS sesuai dengan ketentuan dan indikasi penggunaannya. Hal tersebut menjadi nilai penting dalam mendukung akses terhadap pilihan terapi bagi pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan melalui sistem JKN.
Beragamnya portofolio Fahrenheit di area critical care menjadi salah satu daya tarik booth selama pameran. Kehadiran produk-produk yang relatif spesifik untuk kebutuhan ICU juga membuka kesempatan bagi tim Fahrenheit untuk berdiskusi lebih mendalam dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan terapi pada pasien kritis.
Partisipasi Fahrenheit dalam ISICM 2026 sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang berfokus pada speciality pharmaceutical products.
Fokus pada terapi critical care merupakan salah satu bentuk upaya Fahrenheit dalam mengembangkan portofolio specialty pharmaceutical yang menjawab kebutuhan klinis dengan tingkat kompleksitas tinggi. Kehadiran Gammadex, Farpresin, Inovad, Dexmeto, dan Fapresor mencerminkan upaya perusahaan untuk menyediakan pilihan terapi pada berbagai aspek penanganan pasien kritis.
Langkah tersebut juga selaras dengan misi Fahrenheit untuk melakukan Continuous innovation and collaboration, melalui pengembangan portofolio dan hubungan yang lebih erat dengan tenaga kesehatan. Forum ilmiah seperti ISICM menjadi ruang penting untuk mendengarkan kebutuhan klinis secara langsung sekaligus memperkuat kolaborasi antara industri farmasi dan komunitas medis.
Dengan menghadirkan sejumlah produk yang memiliki posisi khusus di pasar Indonesia serta dapat digunakan dalam sistem pelayanan JKN/BPJS sesuai ketentuan yang berlaku, Fahrenheit berupaya menggabungkan inovasi, kualitas produk, dan aksesibilitas dalam pengembangan portofolionya.
Melalui langkah yang berkelanjutan di bidang specialty pharmaceutical, Fahrenheit berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadirkan solusi farmasi yang dapat mendukung tenaga kesehatan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi pasien di Indonesia.