SEMARANG – Dalam upaya merespons pesatnya perkembangan layanan manajemen nyeri di Indonesia, sebuah langkah strategis diambil melalui penyelenggaraan workshop bertajuk “Predictable Analgesia in Peripheral Nerve Blocks: Clinical Application of Isobaric Bupivacaine”. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 ini bertempat di Diponegoro Medical Simulation Center (DMSC), Semarang.
Workshop ini menandai tonggak sejarah baru dalam kolaborasi pendidikan kedokteran berkelanjutan, di mana kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama perdana antara Diklat PERDATIN dengan industri farmasi, yakni Fahrenheit (PT Pratama Nirmala).
Latar belakang diadakannya workshop ini adalah meningkatnya pembentukan poliklinik nyeri (pain clinic) di berbagai rumah sakit di wilayah Jawa Tengah. Fenomena ini menuntut dokter spesialis anestesi untuk tidak hanya mahir di dalam kamar operasi, tetapi juga memiliki keunggulan kompetensi dalam menangani pasien nyeri kronis maupun akut di poli klinik.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memperkenalkan serta mendalami metode regional block bagi kalangan dokter anestesi. Dengan penguasaan teknik Peripheral Nerve Blocks (PNB) yang tepat, para dokter diharapkan memiliki kesiapan dan kemampuan klinis yang mumpuni dalam melakukan analgesia blok saraf untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pasien.
Materi workshop difokuskan pada aplikasi klinis Isobaric Bupivacaine, sebuah agen anestesi lokal yang krusial dalam menghasilkan analgesia yang dapat diprediksi (predictable analgesia). Penggunaan obat ini dalam teknik blok saraf tepi menjadi kunci dalam keberhasilan manajemen nyeri yang efektif dan aman.
Kegiatan ini menghadirkan jajaran pakar anestesiologi dan manajemen nyeri sebagai narasumber, yaitu:
dr. Mochamat, Sp.An-TI, MSi. Med, FIP
dr. Farhan Ali Rahman, Sp.An-TI, FIP, Subsp.M.N (K)
dr. Said Shofwan, Sp.An-TI, FIPP, FIPM
Ketiga pemateri memberikan pendalaman teori sekaligus panduan praktis mengenai teknik blokade saraf yang presisi, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan ilmu tersebut di instansi kesehatan masing-masing.
Melalui sinergi antara akademisi, organisasi profesi, dan sektor industri, workshop ini diharapkan menjadi pemantik bagi standarisasi kompetensi dokter anestesi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.
“Harapan besar kami adalah kedepannya para dokter anestesi memiliki rasa percaya diri dan kompetensi yang teruji untuk melakukan nerve block pada pasien di poliklinik nyeri. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui manajemen nyeri yang lebih saintifik dan terukur,” ungkap penyelenggara di sela-sela acara.
Dengan suksesnya kegiatan perdana ini, kolaborasi antara Diklat PERDATIN dan Fahrenheit diharapkan terus berlanjut guna mendukung kemajuan dunia anestesiologi nasional.
Sakit maag merupakan kondisi ketika lapisan dinding lambung mengalami peradangan atau iritasi. Keluhan yang sering…
Sakit maag merupakan gangguan pada lambung yang sering menimbulkan keluhan seperti nyeri ulu hati, mual,…
Gen Z dikenal dengan gaya hidup yang serba instan dan digital. Aktivitas di depan laptop…